Senin, 19 Agustus 2013

Silikon dioksida (SiO2)

Senyawa kimia silikon dioksida, juga dikenal sebagai silika (dari silex Latin), adalah oksida silicon dengan rumus kimia SiO2. Telah dikenal sejak jaman dahulu karen kekerasannya. Silika ini paling sering ditemukan di alam sebagai pasir atau kuarsa, serta di dinding sel diatom.
Silika diproduksi dalam beberapa bentuk termasuk leburan kuarsa, kristal, silica kesal (atau silica pyrogenic, merek dagang Aerosil atau Cab-O-Sil), silika koloid, gel silika,dan Aerogel.

Pembentukan oksida sebagai dielektrik untuk mencegah masuknya ketidakmurnian ke dalam bagian yang tidak dikehendaki, dipergunakan lapisan SiO2. Efek dielektrik pada difusi ketidakmurnian terjadi bila konstanta difusi dari ketidakmurnian dalam SiO2 sangat kecil. Dengan demikian, konsentrasi atom ketidakmurnian pada permukaan sangat cepat menurun, karena adanya gejala pengasingan (segregasi) pada perbatasan SiO2-Si maka konsentrasi ketidakmurnian pada permukaan Si sangat rendah (Reka, 1982)

Struktur kristal SiO2
Struktur tetrahedral unit silika (SiO4), blok bangunan dasar dari kaca paling ideal.
Pada sebagian besar silikat, atom Si menunjukkan koordinasi tetrahedral, dengan 4 atom oksigen yang mengelilingi sebuah atom Si pusat. Contoh yang paling umum adalah dilihat dalam bentuk Kristal kuarsa SiO2 silika.

1 komentar:

Imanta Ginting mengatakan...

maaf pak mau tanya,agar bisa tercipta unsur Sio2 dan nH2o yg sempurna atau bisa terikat di perlukan bahan apa-apa saja?terimaksih atas waktunya

Posting Komentar

 
Design by Pariadi | Sungsum Balangan - Fisika | UNLAM FMIPA, Banjarbaru - 2013